Gajahmada

 

Kepala ini menunjukkan kemahiran yang luar biasa dari para pengrajin dari Majapahit dalam pembuatan potret pribadi yang sangat tinggi.Patung utama yang satu ini populer diasosiasikan sebagai Gajah Mada, seorang Perdana Menteri / Maha Patih dari Majapahit, diperkirakan oleh karena air muka yang tegas yang sesuai dengan karekter yang kuat dari Sang Maha Patih tersebut. Sebagai catatan, bunga yang diselipkan diatas telinga saat ini masih dipraktekkan dalam adat upacara-upacara yang ada di Bali.

 

Prasasti Gajah Mada berisi tentang peninggalan Paduka Bhatara Sang Lumah ri Siwa Buddha, yaitu raja kertanegara.Bagian ini sering disebut Prasasti Gajah Mada,

menyebutkan Sang Mahamntri – Mukya Rakryam Mahapatih Mpu Mada pada tanggal 1 Suklapaksa bulan Wecaka tahun 1273 meresmikan sebuah caitya untuk memperingati gugurnya Paduka Bhatara (Kertanegara) beserta para pendeta dan pejabat tinggi yang terus bersamanya.