Wilayah Kebudyaan

Jawa


Daerah asal orang jawa adalah pulau jawa yaitu suatu pulau yang panjangnya lebih dari 1.200 km dan lebarnya 500 km bila diukur dari ujung-ujungnya yang terjauh. Letaknya di tepi sebelah selatan kepulauan Indonesia, kurang lebih tujuh derajat di sebelah selatan garis khatulistiwa. Pulau ii hanya merupakan tujuh persen dari seluruh daratan Kepulauan indonesia.  

Pulau jawa adalah bagian dari suatu formasi geologi tua berupa deretan pegunungan yang menyambung dengan deretan pegunungan Himalaya dan Pegunungan di Asia Tenggara, dari mana arahnya menikung ke arah tenggara kemudian ke arah timur melalui tepi-tepi Dataran Sunda yang merupakan landasan Kepulauan Indonesia.  

Pulau jawa merupakan daerah gunung merapi yang memiliki sejumlah besar gunung merapi, baik yang masih bekerja maupun yang tidak, dengan ketinggian antara 1.500 hingga 3.500 mater di atas permukaan laut. Gunung-gunung berapi dengan celah-celah yang mengeluarkan gas-gas dan asap, senantiasa memuntahkan lava dan abu. Kecuali gunung-gunung dan bukit-bukit yang lebih kecil terpencar letaknya, yang ada kalanya berasal dari gunung-gunung berapi utama.

Sederet bukit-bukit kapur yang pada umumnya berbentuk rata, dengan ketinggian yang sedang-sedang saja, terdapat disekitar pantai utara Jawa Timur dan di pantai selatan. Di kaki-kaki gunung-gunung berapi dekat pantai selatan dan pantai utara di sebelah timur pulau Jawa, terbentuk sederetan gunung kapur, di pantai selatan pegunungan itu membentuk tebing-tebing curam.

Dari lereng-lereng gunung dan bukit mengalir sungai-sungai yang membawa batu-batu muntahan gunung-gunung berapi ke lembah-lembah yang luas di tepi sungai-sungai besar. Lembah-lembah yang terdiri dari tanah pasir dan batu kerikil halus itu mengandung kesuburan yang tinggi untuk pertanian dengan kapasitas kandungan air yang tinggi pula. Sungai-sungai besar seperti sungai serayu di jawa tengah, dan bengawan solo serta brantas di jawa timur, membawa bahan-bahan vulkanis yang subur ke daerah-daerah dataran rendah, yang mengendap di sepenjang pantai selatan jawa tengah dan sepanjang pantai utara jawa timur.

Namun kesuburan tanah pulau jawa juga banyak disebabkan oleh iklimnya. Karena letaknya di antara dua benua, yaitu benua Asia dan benua Australia, maka kepulauan Indonesia pada umumnya dan pulau jawa khususnya mempunyai iklim yang dipengaruhi oleh angin musim, yang dalam satu musim berhembus dari samudera hindia dan dalam musim lain berhembus dari dari benua Australia yang kering. Selama bulan-bulan Desember hingga Mei, akibat musim barat-daya turun hujan lebat, dan selama bulan juni hingga november musim tenggara mengakibatkan musim kering di kepulauan Indonesia. Curah hujan yang terlampau besar yang disebabkan karena penguapan yang sangat besar, menyebabkan cepat kurusnya tanah. Untunglah iklim Pulau Jawa tidak terlalu kering atau basah. Kecuali oleh musim, curah hujan juga ditentukan oleh topografi dan oleh ketinggian suatu daerah. Oleh karena itu daerah pegunungan curah hujan juga lebih besar dari pada di dataran rendah, begitu juga sisi-sisi lereng-lereng gunung yang mendapat hembusan angin. Lereng-lereng gunug yang berada pada sisi-sisi yang berlawanan mempunyai curah hujan yang tinggi. Suhu pulau jawa pada umumnya konstan dengan perbedaan kecil dari hari ke hari, yaitu antara 80O di dataran rendah di pantai dan 60O di daerah pedalaman yang merupakan daerah pegunungan.

Orang jawa hanya mendiami bagian tengah dan timur dari seluruh pulau jawa; sebelah baratnya (yang hampir seluruhnya merupakan Dataran Tinggi Priangan), seperti kita ketahui adalah daerah Sunda. Batas dari daerah jawa dan sunda sulit ditentukan secara tepat, tetapi garis batas itu dapat digambarkan sekitar sungai citandui dan sungai cijulang di sebelah selatan dan kota indramayu di sebelah utara. Seperti juga orang Jawa, orang Sunda merupakan suku-bangsa dengan penduduk yang besar (sebenarnya merupakan nomor dua terbesar di Indonesia, dengan jumlah penduduk sebesar kira-kira 20 juta tahun 1971).

Hampir seluruh pulau jawa memang sangat padat penduduknya, bahkan pulau Madura yang gersang di sebelah timur-lautnya berpenduduk lebih dari dua juta jiwa pada tahun yang sama. Pulau jawa yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah kepulauan Indonesia dan dihuni oleh hampir 60% dari seluruh penduduk Indonesia adalah derah asal kebudayaan Jawa.